Andrea Dovizioso Merasa Dikhianati Ducati

ROMA – Andrea Dovizioso telah resmi berpisah jalan dengan Ducati lantaran kontraknya bersama tim pengusaha asal Italia itu sudah berakhir. Akan tetapi, akhir cerita Dovizioso dengan Ducati tidaklah baik karena adanya perselisihan di antara itu.

Dovizioso sebenarnya sudah selama delapan tahun membela Ducati. Dalam kurun waktu tersebut, Dovizioso mampu meraih 40 podium. Torehan tersebut membuatnya menjadi pembalap Ducati tersukses kedua dalam sejarah, sesudah Casey Stoner.

Meski Dovizioso tak pernah menjadi jempolan dunia MotoGP, namun ia mencantumkan diri sebagai runner-up kejuaraan selama tiga musim beruntun, yakni 2017-2019. Akan tetapi, Dovizioso justru merasakan telah dikhianati oleh Ducati.

Baca juga: Valentino Rossi Dkk Sukses Naik Podium pada Ajang Gulf 12 Hours

Dalam sebuah wawancara dengan La Gazetta dello Sport setelah berpisah dengan Ducati, Dovizioso menerangkan bahwa prosedur di bekas timnya tersebut tidak transparan. Utamanya, Dovizioso membahas soal pembaruan kontrak.

Sebetulnya bukan hanya Dovizioso yang berpisah dengan Ducati di akhir 2020, tapi juga Danilo Petrucci. Hanya saja, menurut Dovizioso, Petrucci punya nasib yang lebih baik karena sebelum musim balap 2020 dimulai Ducati sudah meluluskan tahu tidak akan memakai jasanya lagi.

Dengan begitu, Petrucci bisa fokus mencari tim baru sebagai pelabuhan berikutnya pada sepanjang 2020. Sementara itu, Dovizioso merasa nasibnya digantung oleh Ducati karena tidak adanya kejelasan, apakah akan ditawari kontrak baru atau tidak.