Sedekah Ratusan Miliar Rupiah Dihabiskan dalam Persiapan Olimpiade Tokyo

TOKYO – Dana besar harus digelontorkan untuk menggelar Olimpiade Tokyo pada tahun ini. Apalagi, uang sebesar 7, 3 miliar yen (Rp965 miliar) harus dikeluarkan untuk membayar salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka Jepang guna merencanakan software pelacakan di seluler untuk mengendalikan penyebaran infeksi virus corona selama Olimpiade Tokyo berlangsung.

Ada satu hal dengan menarik, para penonton Olimpiade dari luar negeri bakal menggunakannya. Namun, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo dan IOC pada Sabtu telah melarang penonton luar Jepang mendatangi Olimpiade yang dibuka 23 Juli 2021 itu.

Olimpiade Tokyo 2020

Sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka Jepang diminta mengembangkan aplikasi dalam berbagai bahasa dengan akan dirilis Juni 2021. Sponsor-sponsor dari dalam negeri telah menyumbangkan dana habis-habisan 3, 5 miliar dolar AS (Rp50 triliun) kepada panitia penyelenggara lokal.

Nilai itu tiga kali lebih besar daripada Olimpiade sebelumnya. Meski akan sangat berlaku, aplikasi ini tetap mengundang pro dan kontra. Mereka yang skeptis, seperti lengah satunya anggota parlemen daripada kubu oposisi Kanako Otsuji, mengatakan aplikasi itu hanya membuang-buang uang.

BACA JUGA: Olimpiade Tokyo 2020 Diyakini Siap Simbol Solidaritas

“Saat kemungkinan tumbuh tak akan ada penonton, apakah ini saatnya meronce aplikasi untuk penonton? Pemerintah Jepang sudah berulang kali gagal dalam inovasi digital, tetapi apakah akan jadi dengan aplikasi baru itu? ” kata dia di saluran YouTube-nya bulan berarakan.

MENGAJI JUGA: Penyelenggara Olimpiade Tokyo Berencana Lakukan Tes Covid-19 Harian kepada Para Olahragawan

Buat menggunakan aplikasi ini, para pengguna harus mengunduhnya di ponsel sehingga keberadaan itu bisa pantau melalui teknologi satelit.

Teorinya hal kini melacak infeksi. Tetapi itu semua kudu digunakan dengan iktikad baik dan hanya akan efektif jika orang menggunakannya secara jujur dan rajin mencatat kondisi kesehatan mereka & mengingatkan orang lain menerjang wabah.