Apa-apa itu HK Perian Ini?


Kong Hari Ini adalah koin taruhan Hong Kong yang paling kesohor. Dalam desainnya, ia menyerupai naga, dan memiliki dua penyelenggara, yang satu raksasa di atas lainnya. Desainnya sendiri tak rumit atau rumit, tetapi memiliki penampilan berbeda tertentu yang langsung menarik orang2 untuk bertaruh. Itu telah disebut sebagai koin nasional sah oleh pemerintah Tiongkok.

Sejarah Kong Tarikh Ini dimulai di dalam tahun 1720, tatkala seorang pedagang Portugis tiba di mintakat dunia baru & tinggal di tanah air nelayan kecil dinamakan Hau Hin. Pada sana ia mulai membuat koin dengan menggunakan logam daripada jaring ikannya. Dia mencetak gambar gajah, rusa, dan kunyuk di koin memakai metode yang dikenal sebagai ukiran. Tak lambat kemudian, para nelayan lokal lainnya mulai dari meniru karyanya, dan tak lama kemudian ada permintaan buat jenis koin segar ini. Segera setelah ini, nilai koin ini menjadi sangat tinggi sehingga parsel diberikan kepada sapa pun yang sanggup mencetak pukulan paling banyak.

Logam langka ini segera dikenal untuk Hong Kong Tarikh Ini, dan kemudian, versi perak dikeluarkan. Segera setelah itu, pemerintah memerintahkan pencetakan koin baru biar lebih banyak bergerak. Segera setelah tersebut, logam langka unik yang dikenal sebagai giok mulai digunakan. Giok memiliki hati khusus sebagai kerikil keras dan logam semi mulia. Saat kusut, giok bisa menjadi sangat muluk dan berkilau, membuatnya ideal untuk digunakan sebagai unit moneter.

Salah satu versi koin menampilkan naga, beruang, dan monyet di sisi depan koin. Bagian belakang koin memiliki gambar waduk, pulau, cakrawala Hong Kong, dan jumlah simbol tradisional Tiongkok. Dua simbol dengan ada di bingkai belakang koin ialah naga (yin) & monyet (nuo). Keluaran sdy “huri shi” berisi harta karun di bahasa Inggris serta tertulis di bagian belakang koin. Istilah itu juga tertulis di bagian pada koin. Kata-kata tersebut diterjemahkan sebagai “ketenaran yang menguntungkan” & “hadiah yang mujur. “

Versi unik dari koin Hong Kong Hari Itu memiliki gambar nun sama di sesi belakang tetapi beserta latar belakang dengan sedikit berbeda. Kata di dalam ukiran itu berbunyi “pancaran semi-ilahi”. Kata yang tertulis di dalamnya adalah “cadeil de sarum, ” yang diterjemahkan sebagai “ornamen ilahi. ” Tidak ada karakter pada balik koin, dan hanya angka dengan muncul, memberi mengetahui pembaca denominasi: wahid, dua, tiga, empat, lima, atau enam.

Secara tradisional, koin-koin ini diserahkan kepada anak-anak ketika itu mengerjakan tugas dengan membutuhkan keterampilan, sebagaimana belajar musik. Namun, belakangan ini keturunan muda menganggapnya serupa persembahan kepada orang-orang tua. Kata untuk “menawarkan” dalam norma Cina adalah “ba” atau “nu. ” Karenanya, ini dikenal sebagai Baileigh, yang secara harfiah berarti “berkah yang baik”. Secara tradisional, orang-orang memberikan tanda kemujuran ini kepada orang-orang tua dan titisan, karena dalam Feng Shui, rumah kecil dianggap sebagai gerbang utama menuju jagat luar. Pemilik wisma (biyeong baai) menuntun hari atau koin saat dia melakukan perjalanan ke segala rumah, meminta kekayaan, keberuntungan, dan kemujuran dari orang-orang.