Hadir di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, Atlet Indonesia Tak Perlu Jalani Karantina

JAKARTA – Atlet-atlet maupun ofisial Indonesia yang turun di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 tak mesti menjalani karantina lebih dulu sesampainya pada Jepang. Menurut Wakil Penulis Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, panitia penyelenggara Tokyo 2020 hanya mewajibkan seluruh pengikut menjalani tes swab PCR.

“Tidak tersedia (karantina). Di sana nanti akan ada tes swab harian langsung, tanpa karantina. Tapi meski tanpa karantina, prosedur prokesnya ketat sekadar karena setiap hari hendak ada tes swab PCR, ” kata Rima pada ANTARA.

(Anthony Ginting akan turun dalam Olimpiade Tokyo 2020)

“Nanti mereka yang menentukan berapa hari kami kudu tes swab. Jadi tersedia prosedur yang harus dilalui dan itu dilakukan pada rumah sakit yang ditunjuk oleh mereka dan laboratorium yang melakukan tes PCR, ” sambung dia.

Terkait kemungkinan karantina atlet sebelum keberangkatan, Rima mengaku NPC Indonesia masih membahas apakah hal itu diperlukan atau tidak.

“Kebijakan soal karantina sebelum keberangkatan, kami sedang menunggu arahan dari CLO (COVID-19 License Officer) awak. Bagaimana pertimbangan CLO belakang kami hanya perlu mendaftarkan arahan, ” ucap tempat.

BACA SELALU: 10 Ribu Relawan Olimpiade Tokyo 2020 Mundur, Apa Sebabnya?

Peristiwa senada disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono. Menurut Ferry, para atlet yang bakal tampil dalam Olimpiade Tokyo tidak diwajibkan menjalani karantina mandiri di Jepang, namun KOI membuka opsi untuk melakukan karantina atlet pada Pelatnas masing-masing cabang olahraga.