Awak Bulutangkis Indonesia Tanpa Kompetisi Pemanasan Hadapi Olimpiade Tokyo, Ini Komentar Pelatih

JAKARTA – Guru ganda putri Indonesia, Eng Hian, menyayangkan pembatalan sejumlah turnamen jelang Olimpiade Tokyo 2020. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya merugikan pemeran tapi juga para penyuluh dalam menilai hasil pelajaran mereka.

Kompetisi terakhir yang diikuti itu adalah Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terkuak, Januari lalu. Sementara pada ajang All England, Greysia/Apriyani dan rekan-rekan juga malang tanding karena seluruh awak Indonesia dipaksa mundur zaman itu.

“Pasti ada pengaruhnya pembatalan turnamen-turnamen itu, terutama untuk kondisi mentalnya. Sebagai atlet kan butuh suasana kompetisi untuk memeriksa hasil latihan. Begitu selalu pelatih, untuk bisa memperhitungkan hasil latihan ini efektif atau tidak. Tetapi nyatanya tidak ada ajang untuk melakukan itu, ” perkataan Eng Hian dilansir sejak laman resmi PBSI, Rabu (8/6/2021).

“Selain itu, ana akhirnya tidak bisa terlalu membaca kekuatan lawan. Tapi berdasarkan hasil turnamen sebelumnya, tanpa mengecilkan negara lain, saya masih melihat perlombaan tetap akan dari Jepang, China, dan Korea, ” lanjutnya.

Mengucapkan juga: Kualifikasi Berakhir, Jatuh Tangkis Indonesia Loloskan 7 Wakil ke Olimpiade Tokyo 2020

Situasi senada juga sebelumnya disampaikan pelatih tunggal putra, Hendry Saputra Ho terkait kerugian para pemain yang bakal menghadapi Olimpiade Tokyo 2020 tanpa turnamen pemanasan

Tidak bertanding di dalam waktu relatif lama diakui Hendry cukup memengaruhi posisi. Meski demikian, Hendry mengisbatkan kalau ia akan berusaha sebaik mungkin untuk mendatangkan para pemainnya ke prestasi terbaik saat tampil pada ajang Olimpiade nanti.